(Kesalahan kesalahan?) Gramatikal Al-Qur’an

Saya pernah membaca dalam situs indonesia.faithfreedom.org, sebuah situs yang sekarang dilarang di negri ini karena terlalu dan bahkan tercipta untuk memojokka dan menghina agama islam. Salah satu tulisan disitus itu adalah mereka menyatakan bahwa telah terjadi kesalahan-kesalahan gramatikal dalam Al-Quran, dan itu menyebabkan Al-Quran bukan kitab yang suci dan layak untuk di agungkan karena banyak kesalahan di dalamnya. Mereka menampilkan contoh-contoh dalam Alquran yang menunjukan kesalahan kesalahan itu. karena keawaman dan cukup mengganggu pikiran dan keimanan saya, saya berusaha mencari jawaban tentang masalah ini kepada orang yang mempunyai kemampuan mumpuni tentang masalah ini. tentu dalam benak saya waktu itu yang ada hanya Ustad Musa Kazhim, dan berikut adalah jawaban dari Ustad Musa: (lagi…)

Diterbitkan di: on Januari 27, 2009 at 5:44 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Mengapa Tuhan Sering Bersumpah?

saya pernah bertanya di blog isyraq.wordpress.com mengenai mengapa Tuhan sering bersumpah di dalam alquran dengan ciptaanya, seperti Tuhan bersumpah demi matahari, demi bulan, demi malam, demi waktu. padahal dalam pandangan umum manusia biasa bersumpah kepada hal yang lebih tinggi dari dirinya, seperti demi tuhan. bukankah tak ada yang lebih tinggi dari Tuhan?? untuk itu simaklah jawaban menarik dari blog isyraq di bawah ini. ——————————————————————————————  Salam…Mas Abu Bakar… Terima kasih telah berbagi komentar dan pertanyaan.. Begini Mas..sumpah merupakan sebuah penegasan untuk memberikan signifikansi lebih dan memebesarkan sebuah persoalan. Nah berkaitan dengan sumpah Tuhan juga memiliki makna yang sama. Ketika Tuhan bersumpah demi sesuatu yang disumpahinya pertanda bahwa yang disumpahinya itu memiliki keagungan dan kebesaran yang harus diperhatikan oleh manusia. Sebagai contoh dalam surah Syams (91) dimana dalam surah ini, Tuhan bersumpah sebanyak 7 kali dan merupakan surah yang paling banyak menyebutkan sumpah Tuhan.. ﴿وَ الشَّمْسِ وَ ضُحاها﴾ 1. Demi matahari dan tebaran cahayanya di pagi hari, ﴿وَ الْقَمَرِ إِذا تَلاها﴾ 2. demi bulan bila muncul setelahnya, ﴿وَ النَّهارِ إِذا جَلاَّها﴾ 3. demi siang apabila menampakkannya, ﴿وَ اللَّيْلِ إِذا يَغْشاها﴾ 4. demi malam apabila menyelimutinya, ﴿وَ السَّماءِ وَما بَناها﴾ 5. demi langit dan Dzat yang telah membangunnya, ﴿وَ الْأَرْضِ وَما طَحاها﴾ 6. demi bumi dan Dzat yang telah menghamparkannya, ﴿وَ نَفْسٍ وَما سَوَّاها﴾ 7. demi jiwa manusia dan Dzat yang telah menyempurnakannya, Nah setelah pendahuluan-pendahuluan ini, yang menjadi obyek sumpah Tuhan adalah pensucian diri yang sedemikian penting dan agungnya sehingga Tuhan mendahuluinya dengan beberapa sumpah. Subjek pembicaraan kita adalah sumpah dalam al-Qur’an dan setiap sumpah yang didahului dengan waw qasam (واو قسم) adalah menunjukkan keagungan dan signifikansi obyek yang disumpahkan. Misal yang lain tentang sumpah Tuhan atas buah Zaitun yang memang banyak faedahnya untuk kesehatan manusia. Adapun sumpah manusia dengan mengatas-namakan Tuhan, pada peringkat yang lebih rendah, karena memang rendah menggantungkan hajatnya kepada yang lebih Tinggi, menunjukkan pentingnya sumpah tersebut sehingga orang yang bersumpah merasa perlu untuk menyebut nama Tuhan untuk menegaskan dan meyakinkan lawan bicaranya. Tapi dalam hal Tuhan bersumpah tidak berarti bahwa yang disumpahinya itu adalah lebih besar dari yang bersumpah (dimana dalam hal ini adalah Tuhan). Karena seperti kata Anda, semuanya adalah ciptaan Tuhan dan mustahil yang dicipta lebih besar, lebih agung dari yang mencipta.. Thanks.. D

Diterbitkan di: on April 4, 2008 at 7:29 pm Tinggalkan sebuah Komentar