Saya pernah membaca dalam situs indonesia.faithfreedom.org, sebuah situs yang sekarang dilarang di negri ini karena terlalu dan bahkan tercipta untuk memojokka dan menghina agama islam. Salah satu tulisan disitus itu adalah mereka menyatakan bahwa telah terjadi kesalahan-kesalahan gramatikal dalam Al-Quran, dan itu menyebabkan Al-Quran bukan kitab yang suci dan layak untuk di agungkan karena banyak kesalahan di dalamnya. Mereka menampilkan contoh-contoh dalam Alquran yang menunjukan kesalahan kesalahan itu. karena keawaman dan cukup mengganggu pikiran dan keimanan saya, saya berusaha mencari jawaban tentang masalah ini kepada orang yang mempunyai kemampuan mumpuni tentang masalah ini. tentu dalam benak saya waktu itu yang ada hanya Ustad Musa Kazhim, dan berikut adalah jawaban dari Ustad Musa: (lagi…)
Entahlah, aku bingung
Berjalan perlahan menyusuri sepanjang lorong jembatan yang panjangnya mengikuti hati yang tak karuan. Pandangan lurus kedepan, sekali kali melirik segala macam ‘maha karya seni lukis’ di dinding jembatan yang telah seabad umurnya. Entah apa maksud semua gambar, sebuah proteskah, segores tanda kuasa dari preman jembatankah, atau mungkin sekarya pemuda frustasi yang terseret prahara cinta. Asap, suara desing kendaraan masih sama, masih membuat mendidih seratus dua puluh derajat darah orang orang kaya yang takut bangkrut, orang-orang pintar yang sok teori. Sedangkan aku, sorry aja yaa, pikiranku kosong, berjalanpun aku tak bisa secara jelas menerangkan, atau mempresentasikan tujuan dari langkahan kakiku. Kalau ditanya mau kemana, jawabnya dua kata “belum jelas”. Akupun bukan orang kaya yang sibuk mengkalkulasi jumlah ringgit sekalian jumlah orang orang yang telah ditindas. Jadi mustahil aku stress terganggu suara desing dan asap, bukan kelasnya buat stress dan sobat-sobat karibnya mendekati orang gila seperti aku. Roda nasib telah berputar. Aku telah kebagian sayap, lalu terbang melayang mengikuti arah angin, menjangkau tingginya langit, lalu menukik tajam menghantam grafitasi, aku telah kebagian sirip, lalu berenang menyusuri samudera, menghitung dalamnya laut, mencatat semua jenis penduduk laut yang tentram. Tak ada yang peduli. Gila!
Aku masih berjalan. Dinginya angin malam menusuk. Kurogoh saku, membeli setengah bungkus gudang garam terbungkus malboro. Terlintas tulisan disamping bungkus “merokok dapat menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.” Ironis, munafik makiku sambil terus menghisap dalam-dalam asap kesepian, lalu menghebuskan membentuk bulatan kebahagiaan.
Apakah aku orang bahagia? Tentu saja mas! Ukurannya apa? Tak tahu! Oooo atau mungkin karena aku tak pernah lapar. Absurd! Lapar ada karena orang kenal dengan kenyang. Sedangkan aku tak pernah mengenal kenyang, jadi tak mungkin laparlah. Simpelkan. Aku juga tak kaya, apalagi miskin. Aku tak mau mengenal predikat predikat itu. Predikat yang membuat pusing
Kusulut rokok kedua dengan rokok pertamaku sebelum ku membuangnya. kaki masih tetap melangkah tenang. Cukup lama ternyata ku melangkah tanpa teman disamping. Hanya 6 buah batang rokok yang sanggup mengerti.
Kebahagian adalah sebuah posisi yang mampu mengkondisikan segala sesuatu yang mengisi dinamika dalam predikat kehidupan ini. Namun apakah posisi kebahagiaan berada pada ketakpemilihan salah satu predikat,maksudnya berada pada tengah-tengah.
Tidak selalu begitu. Yang meletakkan predikat-predikat itu adalah orang, bukan kita sendiri. Orang kaya yang bahagia adalah orang yang tak pernah bisa diperbudak oleh kekayaannya. Punya mobil selusin hilang sebelas masih bisa tersenyum sambil berkata “Untung tak hilang semua, lumayan.” Begitu juga dengan orang miskin, orang yang tak pernah terlintas sedikitpun rasa miskin di susunan saraf-saraf di kepala dan gumpalan hatinya. Saraf-saraf di kepalanya hanya bisa memerintah mulut mengucapkan kata syukur terhadap semua yang terjadi pada diri. Jadi kebahagiaan bisa hinggap pada salah satu predikat di lekatkan orang-orang pada kita yang pada hakikat tak pernah disadari oleh orang yang berpredikat itu sendiri.
Lalu apakah ada alat atau cara untuk bahagia.
Ada! Cinta, ya cinta diri tepatnya. Aku masih trus berceramah, angin, bulan, bintang, pekat malam menjadi pendengar setiaku, tanpa pernah protes dan mengkritik. Mereka sangat mengerti aku, makanya tak ada kritik dan protes. Kenapa? Ya karena aku tak senang dikritik, walaupun konstruktif sekalipun. Aku muak dengan kritikus seperti mahasiswa konyol yang memprotes dan mengkritik kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM dan mahalnya biaya pendidikan. Pemerintah kan inginnya mengurangi subsidi BBM demi peningkatan pendidikan dan kesehatan. Mahasiswa itu mempertahankan yang satu, menghancurkan yang banyak. Goblok mereka!! Aku tahu kemampuanku sampai mana, aku lebih tahu mana yang harus di kritik atau tidak. So tak perlu repot-repot mengkritik apa yang telah ku kritik dahulu pada diriku sendiri.
Cinta diri sejati itu harus diletakkan pada dimensi ruh kita agar tak ada kontradiksi dan friksi, jadi harus utuh dan abadi. Maksudnya begini, dimensi paling dalam diri kita adalah ruh. Sudah ku bilang dalam ruh tak ada friksi atau antagonistic, tak ada laki perempuan tak ada senang susah etc. lebih luar dari ruh ada jiwa, disini baru ada laki-perempuan, senang-susah, sedih-bahagia. Nah pada dimensi yang paling luar baru di deskripsikan dimensi pada jiwa, yaitu dimensi badaniah atau jasmani.
Jadi apabila kita mampu mengolah ruh kita denagn bahagia dan cinta, bahagialah kita karena tak mungkin ada kata tak bahagia atau sedih. Kalau pun ada itu hanya mengiris sedikit “bahagia”. Seperti kata gibran, benci adalah cinta yang tersakiti. Missal, begitu tak senangnya orang tua kita dengan kelakuan kita, our parents pasti tetap mencintai kita. Kita telah menyakiti cintanya. ‘Menyakiti cintanya’(bayangkan cinta adalah suatu mahluk utuh). Jadi cinta pada ruh tak akan bisa di gugurkan oleh kondisi apapun. FAHAM!!!!!!!!!!! Sepi tak ada suara. AHHHH
Aku berbalik arah, aku ingin pulang ke peraduan. Rokokku telah kuhisap semua. Kini sempurnalah kesendirianku. Kutatap bulan di atas sana, bulan yang hanya meminjam sepercik sinar dari sang matahari, namun kenapa banyak orang yang memuji bulan. Aku ingin bercanda dengan mimpi- mimpi. Bukankah kehidupan ini sudah mimpi yang kan kita tahu setelah bangun. Ahhh itu kan teori dari orang yang tak bahgia. Aku ini orang bahagia. Hidup adalah hidup, mimpi adalah mimpi. Kutelusuri jalan lurus yang sama. Aku pilih jalan yang lurus karena aku suka dengan yang lurus-lurus. Andaikata jalan di dunia ini lurus-lurus semua, ohh alangkah senangnya aku.
insting
seringkali kita mengabaikan insting. setidaknya aku sering mengalaminya. dan aku mengalaminya lagi kemarin. sore itu langit mendung. aku berniat untuk pergi ke tempat teman. ntah kenapa ada rasa yang aneh yang aku rasakan di dalam hati untuk membatalkan niatku untuk pergi ketempat teman itu. ada rasanya untuk mengikuti instingku yang mengatakan untuk jangan pergi. pukul setengah empat sore kos-kosan ku sepi tak seperti biasanya. motor yang ingin ku pinjam untuk tentunya juga tak ada di garasi. akhirnya kuputuskan untuk menelpon salah seprang sepupuku untuk meminjam motornya. dia menyanggupi untuk mengantarkan motornya ke kos-kosan ku.
jam menunjukan pukul 5. sepupuku belum juga datang untuk mengantarkan motornya. ada niat untuk membatalkan perjalananku, tapi aku sudah berisyaallah untuk datang ke rumah temenku itu. akhirnya setengah jam kemudian sepupuku itu datang. aku bersiap-siap dan langsung meluncur mengantarkan sepupuku terlebih dahulu ke kos-kosannya. setelahnya mengantarnya berangakat ke rumah temenku itu dengan hati masih tak enak. baru beberapa ratus meter aku tancap gas motor thunder aku teringat lupa meminta stnk motor itu. aku puter balik dan meminta stnk.
nah disinilah inti kejadiannya. setelah empat lampu merah aku lalui, aku tersadar bahwa dompet dan segala isinya, stnk, KTM, KTP, ATM, dan sejumlah uang sudah tak berada di kantongku. aku kaget, dan memutar kembali, menyusuri jalan yang aku lalui dan berharap untuk menemukan dompetku. hasilnya nihil. tak ada yang aku harapkan lagi, kecuali ada orang yang berhati mulia yang akan mengembalikan dompetku..
kepada hambanya Tuhan berfirman : “Untuk hambaKu yang beriman, setiap kali Aku menghilangkan sesuatu daripadanya, Aku menjadikan kebaikan baginya. Maka terimalah ketentuanKu, bersabarlah atas ujianKu dan bersyukurlah atas nikmatKu. Wahai Muhammad aku akn menuliskan hambaku yang seperti itu dalam kelompok orang yang tulus imannya”. (Kata Tuhan)
beginilah wikipedia mengartikan insting atau naluri :
Naluri atau insting adalah suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun (filogenetik). Dalam psikoanalisis, naluri dianggap sebagai tenaga psikis bawah sadar yang dibagi atas naluri kehidupan (eros) dan naluri kematian (thanos).
Film Fitna
2 hari yang lalu saya berhasil menonton film FITNA yang menjadi sorotan saat ini. film yang di buat oleh Gerrt Wilders lebih tepatnya disebut Film dokumenter selama 15 menit. saya menonton film itu sambil sekali-sekali menoleh ke acara TOPIK di SCTV yang saat itu membahas tentang Film itu, menghadirkan Azumardi Azra dan Frans Magnis Suseno. menurut pendapat ke dua tokoh tersebut, seharusnya umat islam tidak terprovokasi untuk berbuat anarkis karena film itu, karena yang dimau oleh wilberg adalah terprovokasinya umat islam.
setelah menonton film itu, saya masuk kedalam kamar, membuka terjemahan alquran dan mengecek ayat-ayat alquran yang ditampilkan dalam film itu. saya membacanya beberapa saat, namun tiba-tiba saya tersenyum, karena film itu saya yang sudah lumayan lama tidak membuka alquran akhirnya membuka lagi..minimal untuk saat ini saya masih hanya membaca terjemahanya, namun dalam hati berniat ingin sekali membaca juga tafsiran ayat ini. Keren khan
pastinya karena film itu, banyak juga orang-orang yang seperti saya. kembali menyentuh alquran yang suci, putih, bersih dan mencerahkan, yang sebelumnya kalah pamor dengan novel sydney sheldon, ayat-ayat cinta, atau Laskar Pelangi (kalo yang ini saya belum baca, karena di penyewaan buku keluar terus, heheh, belum mapu beli sich, baru mampu nyewa, RP 3000 untuk 3 hari).
karena itu dalam kesempatan ini saya ingin bersurat dengan Gerrt Wilders.
kepada yang terhormat Sahabatku Gerrt Wilders di kamar.
hi bro, apa kabar? tentunya saat ini nt pasti lagi bingung, nt tak menyangka bahwa nt sama sekali tidak mendapat dukungan dunia internasional, kecuali undang-undang di negara nt sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, sehingga nt masih bisa menghirup udara yang sudah semakin berpolusi ini. geert, tau g karena film nt itu ana yang sudah lama tidak membuka Alquran, kini kembali membuka alquran. ya… mengecek kembali ayat ayat yang nt tampilkan dalam film itu. sepertinya ini kabar g enak buat nt, bahwa ana sama sekali tidak meragukan kesucian kitab itu.
oh yaa geert ada beberapa hal yang ana mau sampaikan kepada nt, bahwa ayat-ayat yang nt nukil yang menurut nt adalah ayat-ayat yang melegalkan kekerasan, sama sekali bukan begitu maksudnya. dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut banyak hal yang harus nt lakukan terlebih dahulu. salah satunya adalah nt harus melihat konteks turunnya ayat itu. didalam islam hal itu disebut dengan asbabun nuzul. sudahkah nt lakukan itu…? ana yakin nt belum lakukan itu, karena di dalam hati nt pasti sudah di penuhi kebncian yang tiada tara terhadap agamuku ini (upss, sorry geert). padahal jikalau nt mau sedikit aja menghapus hitamnya hati, dan mempelajari sedikit saja alquran, sungguh sangat indah sekali.
sahabatku, ana memang bukan seorang yang pandai, tapi karena film nt ini, ana sadar bahwa ana lebih pandai dari nt. dan umat islam yang telah mengalahkan jumlah umat kristen, juga tidak sebodoh nt. karena film nt, jutaan alquran diseluruh dunia kembali di buka, kembali di agungkan, kembali di resapi. karena film nt, jutaan liter air mata kembali menetes membasahi lembaran indah kitab ini. karena film nt, jutaan malaikat sibuk mencatat pahala, dan menebar berkah di dunia. dan karenanya jutaan umat kembali memeluk kitab suci ini dengan erat, dan membuatnya kembali menempati posisi terhormat, melebihi kitab dan buku lainnya.
untuk itu, tak ada kata yang patut untuk kusebut kecuali ucapan terimakasih yang tulus kepada dirimu, karena bila tak ada film mu itu mungkin kita (Kiiita….Loe Aja Kali, Gue Ngggaakk) umat muslim akan sedikit lupa untuk membaca, dan meresapi the best book that ever had ALQURAN. thank a lot bro…
salam hormat dari sahabatmu
NB: protes ataupun demonstrasi di seluruh dunia adalah hadiah dari prestasi nt..bukankah itu yang nt inginkan? bukankah nt ingin terkenal…?saat ini hampir seluruh dunia mengenal nt, mengangkat foto nt yang telah “beasesoris” macam-macam. apalagi pose nt yang menyodok hidung dengan sebuah polpen itu adalah pose yang sangat lucu dan imut sekali.