Benarkah Kita Bangsa yang Bodoh ?

Oleh: Ismail Amin

Catatan lepas dari Training Strategi Pembelajaran dengan Mutiple Intelligency Himpunan Pelajar Indonesia Iran

Di Asia Tenggara indeks pembangunan manusia Indonesia menempati posisi ke-7 di bawah Vietnam. Negara kitapun masuk Guines Book of Record karena menjadi negara perusak hutan tercepat di dunia. Walaupun telah gundul, masih saja terjadi penebangan liar yang merugikan negara sekitar USD 2 Miliar. (lagi…)

Diterbitkan di:  on Januari 27, 2009 at 6:11 pm Tinggalkan sebuah Komentar

(Kesalahan kesalahan?) Gramatikal Al-Qur’an

Saya pernah membaca dalam situs indonesia.faithfreedom.org, sebuah situs yang sekarang dilarang di negri ini karena terlalu dan bahkan tercipta untuk memojokka dan menghina agama islam. Salah satu tulisan disitus itu adalah mereka menyatakan bahwa telah terjadi kesalahan-kesalahan gramatikal dalam Al-Quran, dan itu menyebabkan Al-Quran bukan kitab yang suci dan layak untuk di agungkan karena banyak kesalahan di dalamnya. Mereka menampilkan contoh-contoh dalam Alquran yang menunjukan kesalahan kesalahan itu. karena keawaman dan cukup mengganggu pikiran dan keimanan saya, saya berusaha mencari jawaban tentang masalah ini kepada orang yang mempunyai kemampuan mumpuni tentang masalah ini. tentu dalam benak saya waktu itu yang ada hanya Ustad Musa Kazhim, dan berikut adalah jawaban dari Ustad Musa: (lagi…)

Diterbitkan di:  on at 5:44 pm Tinggalkan sebuah Komentar

PALESTINA DALAM RENTANGAN SEJARAH

Benarkah tanah Palestina adalah hak orang Yahudi? Ayo deh kita lihat gimana sejarahnya. Nabi Sulaiman as, pernah mendirikan sebuah bangunann yang akhirnya dikenal dengan nama Haykal Sulaiman (solomon temple) yang berada di bukit Moria yang tidak lain adalah Masjidil Aqsa dalam bentuk aslinya. (lagi…)

Diterbitkan di:  on Januari 22, 2009 at 6:13 am Tinggalkan sebuah Komentar

perempuan berkalung sorban

3 hari yang lalu saya melihat trailer film perempuan berkalung sorban yang diangkat dari novel karangan  Abidah el Khalieqy ini di bioskop, yang akhirnya menarik perhatian saya untuk membaca novelnya. Bersetting di lingkungan pesantren putri dan mengangkat tema feminisme, terutama hak-hak perempuan dalam berumah tangga. Ceritanya sih datar-datar saja dan ulasan tentang hak-hak perempuan juga tidak begitu mendalam. Justru yang mendalam sekali  ketika penulis mengisahkan cumbu rayu malam pertama sepasang pengantin. Detail sekali. tak ada kata untuk memajaskan kelamin wanita misalnya. Cara-cara islam berinteraksi dengan lawan jenis yang pastinya telah terdoktrin di alam pesantren tak nampak,  seperti annisa sang tokoh utama dalam cerita ini sering berpegangan tangan, berpelukan dengan lek khuduri dalam suasana saling cinta sepasang kekasih.  apakah ini bentuk kebebasan perempuan yang diperjuangkan kaum feminis? terserah anda menilainya. 

 Hak-hak wanita dalam islam sangat di junjung tinggi. hadis-hadis yang beredar  sangat ‘maskulin’ di dalam kitab-kitab klasik memang masih dipegang teguh oleh ulama2 yang pastinya klasik juga. seperti hadis yang menyatakan bila suami ingin bersetubuh dan istri menolak maka si istri akan di laknat Allah,  sepengetahuan saya hadis itu tak lengkap. hadis itu tak berlaku sepihak saja, lengkapnya bila si suami menolak bila si istri ingin bersetubuh, maka si suami akan di laknat juga. Jadi sama rata. Intinya sebenarnya adalah komunikasi dan saling pengertian. Dan setahu saya hadis ini shahih dimana pada novel itu terkesan di dhaifkan. Perempuan juga menurut saya sepertinya lebih pantas bertugas mengurus rumah tangga dan mendidik anak secara lebih dominan daripada pria. Hal ini tidak lantas membuat perempuan tak perlu sekolah tinggi. Tidak. justru perempuan harus sekolah hingga s2 bila perlu karena seorang perempuan yang pandai akan mampu mendidik anak-anaknya menjadi pandai juga. jadi sudah saatnya para wanita menganggap mendidik anak adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan skill dan keilmuan yang tinggi yang tak kalah bergengsi dengan kerja disebuah perusahaan besar dimana gajinya adalah suatu kebanggaan melihat anak-anaknya berkembang menjadi seorang manusia yang berguna bagi semua. Tak ada gaji yang lebih besar dari itu.

Diterbitkan di:  on Januari 12, 2009 at 9:09 pm Tinggalkan sebuah Komentar