insting

seringkali kita mengabaikan insting. setidaknya aku sering mengalaminya. dan aku mengalaminya lagi kemarin. sore itu langit mendung. aku berniat untuk pergi ke tempat teman. ntah kenapa ada rasa yang aneh yang aku rasakan di dalam hati untuk membatalkan niatku untuk pergi ketempat teman itu. ada rasanya untuk mengikuti instingku yang mengatakan untuk jangan pergi. pukul setengah empat sore kos-kosan ku sepi tak seperti biasanya. motor yang ingin ku pinjam untuk tentunya juga tak ada di garasi. akhirnya kuputuskan untuk menelpon salah seprang sepupuku untuk meminjam motornya. dia menyanggupi untuk mengantarkan motornya ke kos-kosan ku.

jam menunjukan pukul 5. sepupuku belum juga datang untuk mengantarkan motornya. ada niat untuk membatalkan perjalananku, tapi aku sudah berisyaallah untuk datang ke rumah temenku itu. akhirnya setengah jam kemudian sepupuku itu datang. aku bersiap-siap dan langsung meluncur mengantarkan sepupuku terlebih dahulu ke kos-kosannya. setelahnya mengantarnya berangakat ke rumah temenku itu dengan hati masih tak enak. baru beberapa ratus meter aku tancap gas motor thunder aku teringat lupa meminta stnk motor itu. aku puter balik dan meminta stnk.

nah disinilah inti kejadiannya. setelah empat lampu merah aku lalui, aku tersadar bahwa dompet dan segala isinya, stnk, KTM, KTP, ATM, dan sejumlah uang sudah tak berada di kantongku. aku kaget, dan memutar kembali, menyusuri jalan yang aku lalui dan berharap untuk menemukan dompetku. hasilnya nihil. tak ada yang aku harapkan lagi, kecuali ada orang yang berhati mulia yang akan mengembalikan dompetku..

kepada hambanya Tuhan berfirman : “Untuk hambaKu yang beriman, setiap kali Aku menghilangkan sesuatu daripadanya, Aku menjadikan kebaikan baginya. Maka terimalah ketentuanKu, bersabarlah atas ujianKu dan bersyukurlah atas nikmatKu. Wahai Muhammad aku akn menuliskan hambaku yang seperti itu dalam kelompok orang yang tulus imannya”. (Kata Tuhan)

beginilah wikipedia mengartikan insting atau naluri :

Naluri atau insting adalah suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun (filogenetik). Dalam psikoanalisis, naluri dianggap sebagai tenaga psikis bawah sadar yang dibagi atas naluri kehidupan (eros) dan naluri kematian (thanos).

Diterbitkan di: on November 1, 2008 at 7:42 pm Tinggalkan sebuah Komentar

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://aboubakr.wordpress.com/2008/11/01/insting/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.