Film Fitna

2 hari yang lalu saya berhasil menonton film FITNA yang menjadi sorotan saat ini. film yang di buat oleh Gerrt Wilders lebih tepatnya disebut Film dokumenter selama 15 menit. saya menonton film itu sambil sekali-sekali menoleh ke acara TOPIK di SCTV yang saat itu membahas tentang Film itu, menghadirkan Azumardi Azra dan Frans Magnis Suseno. menurut pendapat ke dua tokoh tersebut, seharusnya umat islam tidak terprovokasi untuk berbuat anarkis karena film itu, karena yang dimau oleh wilberg adalah terprovokasinya umat islam.

setelah menonton film itu, saya masuk kedalam kamar, membuka terjemahan alquran dan mengecek ayat-ayat alquran yang ditampilkan dalam film itu. saya membacanya beberapa saat, namun tiba-tiba saya tersenyum, karena film itu saya yang sudah lumayan lama tidak membuka alquran akhirnya membuka lagi..minimal untuk saat ini saya masih hanya membaca terjemahanya, namun dalam hati berniat ingin sekali membaca juga tafsiran ayat ini. Keren khan :)

pastinya karena film itu, banyak juga orang-orang yang seperti saya. kembali menyentuh alquran yang suci, putih, bersih dan mencerahkan, yang sebelumnya kalah pamor dengan novel sydney sheldon, ayat-ayat cinta, atau Laskar Pelangi (kalo yang ini saya belum baca, karena di penyewaan buku keluar terus, heheh, belum mapu beli sich, baru mampu nyewa, RP 3000 untuk 3 hari).

karena itu dalam kesempatan ini saya ingin bersurat  dengan Gerrt Wilders.  

kepada yang terhormat Sahabatku Gerrt Wilders di kamar.  

hi bro, apa kabar? tentunya saat ini nt pasti lagi bingung, nt tak menyangka bahwa nt sama sekali tidak mendapat dukungan dunia internasional, kecuali undang-undang di negara nt sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, sehingga nt masih bisa menghirup udara yang sudah semakin berpolusi ini. geert, tau g karena film nt itu ana yang sudah lama tidak membuka Alquran, kini kembali membuka alquran. ya… mengecek kembali ayat ayat yang nt tampilkan dalam film itu. sepertinya ini kabar g enak buat nt, bahwa ana sama sekali tidak meragukan kesucian kitab itu.

oh yaa geert ada beberapa hal yang ana mau sampaikan kepada nt, bahwa ayat-ayat yang nt nukil yang menurut nt adalah ayat-ayat yang melegalkan kekerasan, sama sekali bukan begitu maksudnya. dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut banyak hal yang harus nt lakukan terlebih dahulu. salah satunya adalah nt harus melihat konteks turunnya ayat itu. didalam islam hal itu disebut dengan asbabun nuzul. sudahkah nt lakukan itu…? ana yakin nt belum lakukan itu, karena di dalam hati nt pasti sudah di penuhi kebncian yang tiada tara terhadap agamuku ini (upss, sorry geert). padahal jikalau nt mau sedikit aja menghapus hitamnya hati, dan mempelajari sedikit saja alquran, sungguh sangat indah sekali.

sahabatku, ana memang bukan seorang yang pandai, tapi karena film nt ini, ana sadar bahwa ana lebih pandai dari nt. dan umat islam yang telah mengalahkan jumlah umat kristen, juga tidak sebodoh nt. karena film nt, jutaan alquran diseluruh dunia kembali di buka, kembali di agungkan, kembali di resapi. karena film nt, jutaan liter air mata kembali menetes membasahi lembaran indah kitab ini. karena film nt, jutaan malaikat sibuk mencatat pahala, dan menebar berkah di dunia. dan karenanya jutaan umat kembali memeluk kitab suci ini dengan erat, dan membuatnya kembali menempati posisi terhormat, melebihi kitab dan buku lainnya.

untuk itu, tak ada kata yang patut untuk kusebut kecuali ucapan terimakasih yang tulus kepada dirimu, karena bila tak ada film mu itu mungkin kita (Kiiita….Loe Aja Kali, Gue Ngggaakk) umat muslim akan sedikit lupa untuk membaca, dan meresapi the best book that ever had ALQURAN. thank a lot bro…  

salam hormat dari sahabatmu

NB: protes ataupun demonstrasi di seluruh dunia adalah hadiah dari prestasi nt..bukankah itu yang nt inginkan? bukankah nt ingin terkenal…?saat ini hampir seluruh dunia mengenal nt, mengangkat foto nt yang telah “beasesoris” macam-macam. apalagi pose nt yang menyodok hidung dengan sebuah polpen itu adalah pose yang sangat lucu dan imut sekali.

Diterbitkan di:  on April 4, 2008 at 9:25 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Mengapa Tuhan Sering Bersumpah?

saya pernah bertanya di blog isyraq.wordpress.com mengenai mengapa Tuhan sering bersumpah di dalam alquran dengan ciptaanya, seperti Tuhan bersumpah demi matahari, demi bulan, demi malam, demi waktu. padahal dalam pandangan umum manusia biasa bersumpah kepada hal yang lebih tinggi dari dirinya, seperti demi tuhan. bukankah tak ada yang lebih tinggi dari Tuhan?? untuk itu simaklah jawaban menarik dari blog isyraq di bawah ini. ——————————————————————————————  Salam…Mas Abu Bakar… Terima kasih telah berbagi komentar dan pertanyaan.. Begini Mas..sumpah merupakan sebuah penegasan untuk memberikan signifikansi lebih dan memebesarkan sebuah persoalan. Nah berkaitan dengan sumpah Tuhan juga memiliki makna yang sama. Ketika Tuhan bersumpah demi sesuatu yang disumpahinya pertanda bahwa yang disumpahinya itu memiliki keagungan dan kebesaran yang harus diperhatikan oleh manusia. Sebagai contoh dalam surah Syams (91) dimana dalam surah ini, Tuhan bersumpah sebanyak 7 kali dan merupakan surah yang paling banyak menyebutkan sumpah Tuhan.. ﴿وَ الشَّمْسِ وَ ضُحاها﴾ 1. Demi matahari dan tebaran cahayanya di pagi hari, ﴿وَ الْقَمَرِ إِذا تَلاها﴾ 2. demi bulan bila muncul setelahnya, ﴿وَ النَّهارِ إِذا جَلاَّها﴾ 3. demi siang apabila menampakkannya, ﴿وَ اللَّيْلِ إِذا يَغْشاها﴾ 4. demi malam apabila menyelimutinya, ﴿وَ السَّماءِ وَما بَناها﴾ 5. demi langit dan Dzat yang telah membangunnya, ﴿وَ الْأَرْضِ وَما طَحاها﴾ 6. demi bumi dan Dzat yang telah menghamparkannya, ﴿وَ نَفْسٍ وَما سَوَّاها﴾ 7. demi jiwa manusia dan Dzat yang telah menyempurnakannya, Nah setelah pendahuluan-pendahuluan ini, yang menjadi obyek sumpah Tuhan adalah pensucian diri yang sedemikian penting dan agungnya sehingga Tuhan mendahuluinya dengan beberapa sumpah. Subjek pembicaraan kita adalah sumpah dalam al-Qur’an dan setiap sumpah yang didahului dengan waw qasam (واو قسم) adalah menunjukkan keagungan dan signifikansi obyek yang disumpahkan. Misal yang lain tentang sumpah Tuhan atas buah Zaitun yang memang banyak faedahnya untuk kesehatan manusia. Adapun sumpah manusia dengan mengatas-namakan Tuhan, pada peringkat yang lebih rendah, karena memang rendah menggantungkan hajatnya kepada yang lebih Tinggi, menunjukkan pentingnya sumpah tersebut sehingga orang yang bersumpah merasa perlu untuk menyebut nama Tuhan untuk menegaskan dan meyakinkan lawan bicaranya. Tapi dalam hal Tuhan bersumpah tidak berarti bahwa yang disumpahinya itu adalah lebih besar dari yang bersumpah (dimana dalam hal ini adalah Tuhan). Karena seperti kata Anda, semuanya adalah ciptaan Tuhan dan mustahil yang dicipta lebih besar, lebih agung dari yang mencipta.. Thanks.. D

Diterbitkan di:  on at 7:29 pm Tinggalkan sebuah Komentar