KEKUATAN ALAM BAWAH SADAR

Dari bukunya Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) saya mengenal hadis qudsi yang berbunyi Ana ‘inda zhanni ‘abdi bi, yang artinya Aku sesuai dengan perkiraan hamba-Ku tentang-Ku. Maksudnya apa yang dilakukan Allah kepada seorang hambanya sesuai dengan dugaan hamba itu kepada diri-Nya. Jika kita berpikir, atau menduga kalau kita ini tak disukai banyak orang, itu mungkin akan terjadi, kita akan benar-benar tidak di sukai banyak orang. Allah akan menggerakkan orang banyak itu agar tidak suka dengan kita. Menurut Kang Jalal kita adalah teman sang pencipta. We are co-Creator. Kita bekerja sama dengan Tuhan untuk menciptakan berbagai peristiwa yang kita kehendaki. Tuhan menciptakan melalui kita. Itulah makanya banyak sekali kalimat-kalimat dalam al-Quran menggunakan kata ganti jamak ‘kami’ sebagai bukti adanya kerjasama Tuhan dengan makhluknya dalam menciptakan peristiwa di muka bumi. Setidaknya itu yang pernah saya dengar dari ceramahnya Quraish Shihab di tv. Bukankah Tuhan itu dekat dengan kita, lebih dekat dengan urat leher kita katanya.

Dari paman saya, saya pernah di kasih buku yang berjudul Membangkitkan Kekuatan Bawah Sadar karangan Yoseph Murphy. Secara singkat sebagaimana yang saya bias pahami, buku itu sangat pas sekali dengan bunyi hadis qudsyi diatas. ada dua tingkat pikiran, tingkat sadar atau rasional dan tingkat bawah sadar atau irasional. Ini bukan berarti ada dua pikiran, tapi ada dua lingkungan kegiatan di dalam satu pikiran. Cara pikiran bekerja yaitu alam sadar di gunakan untuk berpikir. Apa yang menjadi kebiasaan dalam pikiran akan mengendap ke dasar bawah sadar yang kemudian mencipta sessuai dengan sifat pikiran tersebut. Jadi pikiran sadar membuat pilihan dan kemampuan untuk menentukan pilihan dan bawah sadar akan menerima apa yang terkesan menjadi pilihan kita secara sadar dan akan menjalankannya di dalam pengalamn nyata. Sayangnya hukum yang mengatur bahwa pikiran baik dan pikiran buruk akan diterima sama sempurnanya oleh alam bawah sadar. Jadi menurut buku ini jangan pernah sekali-kali berpikiran negative terhaap diri kita, jangn sekali-kali berfikiran kita tak bisa jadi orang baik, kita tak bisa pintar, kita adalah orang yang tak pandai bergaul dsb. Karena itu akan terujud alam pengalaman nyata

Kalau Kang Jalal membahas prilaku yang disebabkan oleh pikiran ini dari segi spritualitas atau dalam sudut pandang agama dengan perintah husnuzhon, Yoseph membuktikannya secara ilmiah, dari sedut pandang psikologi dan kedokteran dengan istilah positif thinking. Sekali lagi perintah perintah agama mampu dibuktikan secara ilmiah.

Saya sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang ini. Tapi karena saya tidak yakin bisa menulis, alam bawah sadar saya membuktikan itu dalam pengalaman nyata. Saya di buatnya malas. Lalu pelan-pelan saya membiasakan diri berpikiran positif. Dan akhirnya dengan ditemani segelas susu, tiga batang rokok, lagu Desert Rose dan La Belle Dame Sans Regrets-nya Sting, Bakhta-nya Cheb Khalid, Ah-Men-Hawak-nya Ellisa dan Out of Time-nya Blur jadilah tulisan singkat ini. Ada yang mau mencoba?

 

 

Diterbitkan di: on Januari 25, 2008 at 11:23 am Komentar (2)